• Twitter

19 Juli 2015

OBROLAN TENTANG A, B, O dan AB


“Dia itu orangnya pendiam” kata Ghifar
“Hah? Apaan sih? Dia itu cerewet” ujarku
“Ih apaan dah. Orang-orang golongan darah O itu pendiam, trus tertutup, tapi orangnya baik”
Obrolan malam ini disebuah cafe kecil di tepi Jakarta sungguh lucu, aku bersama Ghifar, teman dekatku sejak kuliah disini sedang membicarakan seseorang dan menilainya dari segi golongan darahnya. Aku bukan orang yang mudah menilai orang dari golongan darah, tapi Ghifar sangat yakin atas penilaiannya. Katanya darah yang mengalir di dalam tubuh seseorang bisa mencerminkan sifat orang tersebut. Ghifar pernah mengatakan bahwa aku cuek, nggak peka dan nggak sensitif, tapi smart. Tapi bukan hanya dia, Nurul, yang juga teman baikku pernah mengatakan hal serupa. Bedanya, Nurul menilaiku karena kita sering bersama, sedangkan Ghifar menilaiku karena golongan darahku B. Tapi jawaban mereka soal bagaimana aku adalah sama. Ah, semenjak saat itu, aku jadi sering menilai orang dari golongan darahnya.

“Dan, orang golongan darah O itu mudah terpengaruh. Tapi dia juga mudah mempengaruhi orang lain”
“Ghifar?”
“Ya?”
“Tapi dia tidak pendiam. Dia cerewet, banyak omong dan... yah mungkin benar dia mudah mempengaruhi”
“Tuh kan, oyah, dia cerewet, bisa, karena sudah kenal dan dekat denganmu, coba kalo nggak dekat. Dia terlihat pendiam”
“Tapi bukankah semua orang juga begitu? Ketika tidak saling kenal yah dia terlihat pendiam”
“Tidak semua, lihat anak-anak golongan darah B. Dia selalu percaya diri, dan ketika dia bertemu orang baru, dia tidak mau diam saja dan dia juga tidak mau dibilang pendiam. Dia essay going. Bukankah kau begitu?”
“Yaahh, iya sih...”
“Then? Percaya kan sama aku sekarang?”
Aku hanya diam dan senyum-senyum sendiri.
“Lalu bagaimana dengan golongan darah A far?”
“Nah itu bagian kesukaanku. Anak golongan darah A itu keras... Perfeksionis...”
Suaranya menggantung, dia diam sesaat sambil berpikir.
“Dia nggak gampang percaya sama orang. Tapi ketika dia udah percaya sama satu orang yang emang bener-bener bikin dia yakin, dia bisa percaya banget sama orang itu dan nggak akan pernah kecewain orang itu. Tapi jangan macem-macem sama anak golongan darah A, karena dia itu bisa jahat banget sama kamu kalo kamu jahat dikit ke dia, ibaratnya kayak kalo kamu ngasih dia api sekecil korek api dia bisa balas segede obor. Tapi itu juga berlaku buat kebaikan sih, kalo kamu ngasi dia cup cake dia bisa balas ngasi kamu black forrest. Dan dia sebenernya orang yang baik banget. Dan... dia romantis”
“Golongan darahmu apa?”
“A”
“Hah? A? Jadi kamu? Kayak tadi yang kamu jelasin? Masa sih kamu kayak gitu?”
“Bella, Bella, Bella. Kita sudah berteman berapa lama? Tapi kamu masih nggak tau aku? Tuh kan nggak peka banget jadi orang?”
Tawa kita pun lepas, kita menikmati obrolan malam ini.


Jakarta, 8 April 2015

0 Komentar:

Posting Komentar