• Twitter

17 Juli 2020

AIR

Mulai detik ini, boleh aku memanggilmu, "Air"?

Tapi jika kau tidak mengizinkannya pun, aku akan tetap memanggilmu Air. hehehe

 

Kenapa air?

Karena aku ingin kisah kita seperti air. Let it flow, seperti air yang mengalir.. Yaa, Ketika kaget menerima kejutan, tolong jangan gunakan ego. Biarkanlah mengalir, layaknya air, ikutilah ke mana arus akan membawamu..

13 Juli 2020

MEMANTASKAN DIRI






Beberapa waktu lalu, ada satu kalimat dari sepupuku yang membuatku berpikir ‘Maksudnya apa?’ Kalimat itu adalah, “Memantaskan diri, agar kamu yang dipilih oleh dia”. Saat itu juga, entah mengapa mataku berkaca-kaca.

Tiba-tiba muncul pertanyaan besar dalam diriku tentang MEMANTASKAN DIRI? Bagaimana? Aku harus apa?

Sampai detik ini, aku masih bertanya pada diriku sendiri. “Apakah aku pantas untuk dia?”, tapi ada pertanyaan lain pula dalam hatiku, “Apakah aku tidak cukup pantas untuk dia? Kenapa?” Aku belum mengetahui jawabannya, dan hal itu membuat aku sangat amat gelisah! Yaaa, gelisah, lagi...

11 Juli 2020

GELISAH!

Malam ini beberapa pertanyaan dan harapan muncul di benakku. Banyak banget, sampe gak tau harus mulai nulis dari mana. 

Tapi yang paling krusial... Ada pertanyaan yang membuat aku gelisah, adalah “Bagaimana sikap dia besok setelah melihat video ini?”. Yaaa, ini kegelisahan terakhirku malam ini.

GELISAH ASLIK!!!

Tinggal hitung mundur beberapa jam saja, tapi gak tau kenapa hati ini rasanya campur aduk. 

Sebenarnya begini, gelisah itu muncul karena aku tidak tau bagaimana perasaan dia ke aku. Kalau perasaan itu biasa saja, mungkin aku bakal menerima sikap yang kurang baik nantinya, begitu pula sebaliknya. 

9 Juli 2020

AKU INGIN MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA

 “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” 

 

Itu adalah sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono, salah satu penulis kesukaanku. Entah mengapa puisi itu begitu melekat di dalam otakku. Yang aku pahami dari arti puisi itu adalah tentang patah hati, “kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu”. Sudah terlihat jelas kan, “Tak sempat diucapkan”, dan “Kayu yang terbakar dengan api yang menjadi abu”, artinya? “SIA-SIA”. Tapi sejujurnya, bukan itu arahku, lebih tepatnya aku ingin menemukan seseorang yang ingin kucintai dengan sederhana.

8 Juli 2020

Haloooo. Bella in new Normal~

Haloooo everyone. Aku terlalu sibuk kerja sampe lupa kalo aku punya blog. Oke oke, aku tau salah! Tahun lalu bahkan gak nulis sama sekali, huhuhu. Maapin yaa.. 

 

Mulai sekarang janji deh bakal nulis rutin, seminggu sekali deh, jadi sebulan bakal ada 4 postingan, udah kek yutub ae yaaa, hahaha.

Kenapa sih Bella kok mendadak pengen rajin nulis? Kesurupan apaan dah? HAHAHAHA, Aslik aku juga gak tau. Tetiba pengen ngelepasin segala unek-unek lewat tulisan ini. hihihi 👌

 

Dan isinya pun beragam. Sekarang Bella akan bahas skincare, drama korea, or anything yang mengganjal pikiran Bella. Hehehe. Soooo, stay tune yaaaa ;)

 

Udah deh, segitu aja sapaan hangatnya. 

Di minggu pertama bulan Juli. I love July, btw 👊👊👊



Eh btw mau pamer juga, kalo Bella sekarang punya rambut baru nih, hehe.

Psssttt diem diem aja tapi yaa, ini foto rahasia, soalnya edisi kali ini khusus mau nunjukin jati diri aku, siapa sih sebenernya orang yang nulis blog gak jelas ini? Dan seperti apa sih wujudnya si Bella nih? hahaha

 

Check it out 👇👇👇