• Twitter

19 Juli 2015

Aku dan Olenka


Olenka, sebuah novel yang menarik untuk dibaca,  awalnya membaca novel ini karena tuntutan tugas, tapi setelah tugas itu terselesaikan, aku melanjuitkan membacanya. And, finaly, I love it!

            Olenka adalah sebuah novel yang ditulis oleh Budi Darma, buku yang diterbitkan oleh Balai Pustaka ini bercerita tentang seorang perempuan lesbian, Olenka, yang kesehariannya ia sering melukis dan ia mampu membuat lukisannya seperti hidup. Sudut pandang cerita ini bukanlah Olenka, melainkan ‘aku’ yang kemudian kita kenal sebagai ‘Fanton Drummond’, dalam buku ini Fanton menceritakan bagaimana pertemuan pertamanya dengan Olenka, yaitu di lift apartement Tulip Tree dan semenjak saat itu Fanton jatuh cainta dan selalu ingin bertemu Olenka sebab Olenka adalah sosok yang selalu muncul dalam pikirannya. Fanton akhirnya mengetahui bahwa Olenka telah berkeluarga, suami Olenka bernama Wayne Danton dan anaknya Steven. Buku ini menceritakan bagaimana hubungan Olenka dan Fanton yang semakin lama semakin dekat, hingga terjadi perselingkuhan diantara mereka yang sengaja ia tutup-tutupi dari Wayne Danton, kedekatan mereka tak hanya sekadar berdiskusi berdua dan saling kunjung, tapi mereka juga bercinta di tempat tidur, tak ubahnya suami istri, namun walaupun mereka saling tertarik mereka sepakat tidak akan menikah.

PASTI BISA BERMIMPI


            “Mbak pernah naik kapal terbang ngga?” ujarnya saat aku membeli es teh seharga tiga ribu, saat itu aku bersama Gill, teman baikku, sesaat mendengar mbak-mbak penjual es keliling itu kamu saling berpandangan, seolah bertanya apa maksudnya?
            “Kapal terbang?” jawabku dengan bingung
“Iyah, kapal terbang mbak” sembari ia menggerakkan tangannya seperti pesawat yang hendak terbang
“Maksudnya pesawat mbak?” ujar Gill memotong obrolan kami, mbak penjual es itu tersenyum
“Oh, iya pernah mbak” jawabku
“Kemana mbak?”
“Yah kemana aja mbak, ke luar kota pernah, ke luar negeri juga”
“Wah, enak nggak mbak?”

OBROLAN TENTANG A, B, O dan AB


“Dia itu orangnya pendiam” kata Ghifar
“Hah? Apaan sih? Dia itu cerewet” ujarku
“Ih apaan dah. Orang-orang golongan darah O itu pendiam, trus tertutup, tapi orangnya baik”
Obrolan malam ini disebuah cafe kecil di tepi Jakarta sungguh lucu, aku bersama Ghifar, teman dekatku sejak kuliah disini sedang membicarakan seseorang dan menilainya dari segi golongan darahnya. Aku bukan orang yang mudah menilai orang dari golongan darah, tapi Ghifar sangat yakin atas penilaiannya. Katanya darah yang mengalir di dalam tubuh seseorang bisa mencerminkan sifat orang tersebut. Ghifar pernah mengatakan bahwa aku cuek, nggak peka dan nggak sensitif, tapi smart. Tapi bukan hanya dia, Nurul, yang juga teman baikku pernah mengatakan hal serupa. Bedanya, Nurul menilaiku karena kita sering bersama, sedangkan Ghifar menilaiku karena golongan darahku B. Tapi jawaban mereka soal bagaimana aku adalah sama. Ah, semenjak saat itu, aku jadi sering menilai orang dari golongan darahnya.

PELANGI DAN BUNGA


Hai Bunga...
Hai bunga di taman yang indah...
Hai bunga yang indah di taman...
Seperti bintang-bintang di langit, aku hanya mampu melihatnya dari kejauhan.
***
Sepenggal puisi yang kuterima darinya, yah, sosok yang kusayangi, tapi kita terperangkap dalam cinta segitiga. Kusebut lelaki itu PELANGI. Tapi, pelangi ini bukanlah sebuah efek dari hujan yang warnanya mejikuhibiniu. Bukan. Jadi ceritanya aku mendapat jajanan arum manis darinya, yah seperti yang kita tahu arum manis itu warnanya beragam layaknya pelangi. Sejak hari itu, kami saling dekat, dekat yang semakin intim, bukan lagi hanya jalan berdampingan, kita sudah melakukan banyak hal.

Selamat...



DEWA
Sore itu, handphone berdering terus menerus, keringatku bercucuran, panik, kedua tanganku sibuk membuka satu lemari ke lemari lainnya, satu laci ke laci lainnya, mataku terfokus pada setumpuk dokumen yang seolah menjerit ingin diselesaikan, nafasku tak beraturan, dan kakiku bergetar. “Arghhh...” tanganku membongkar semua dokumen diatas meja, jatuh berserakan. Aku lupa! BIsa-bisanya aku lupa! Aku duduk dikursi yang bisa kubilang “kursi panas”,yah sepanas pikiranku sekarang. Bagaimana tidak? Semua yang ada didepan mataku seperti berbeda, tak seperti biasanya, aku menghembuskan nafas berat, aku mulai mengatur nafas, aku mencoba untuk tetap tenang, aku menutup mata...

21 April 2015

Perilaku seseorang terhadap kita adalah cerminan kita terhadap orang lain dibuktikan dalam cerpen “Manusia mencari kehangatan”


Sebuah cerpen berjudul “Manusia mencari kehangatan” membuka pikiran saya tentang manusia di era sekarang, cerpen karya Joseph Martin Bauer yang merupakan seorang penulis Jerman ini bercerita tentang seorang Simon Schmeller yang mencari uang dengan meminta orang-orang yang bekerja di gedung kementrian yang dimana mereka adalah orang-orang yang mudah iba, padahal awalnya Simon ini bukanlah siapa-siapa, dan orang-orang di dalam gedung kementrian tersebut memberi uang dengan mudahnya dan percaya dengan Simon. Cerita pendek ini membuka mata hati saya juga, betapa pentingnya berbuat baik kepada setiap orang. Saya pernah membaca sebuah teori yang disebut dengan “Behaviorisme teori”, secara singkat teori itu menjelaskan perilaku seseorang terhadap kita adalah cerminan kita terhadap orang lain.

KEBEBASAN

Q: Anak-anak kecil yang berlarian. Para remaja yang mengayuh sepeda. Dan keluarga kecil tertawa riang di ruang tamu. Itulah kebebasan?
A: Tentu bukan
Q: Lalu?
A: Kebebasan itu seperti burung yang terbang kemanapun ia ingin. Kebebasan itu seperti lumba-lumba yang berenang kemanapun ia ingin
Q: Jadi? Menurutmu itu kebebasan? Kau memberi contoh binatang. Apa kau ingin menjadi binatang?
A: Tentu tidak
Q: Lalu?
A: Kadang kau perlu melihat binatang untuk tau apa itu kebebasan

20 April 2015

Selamat ulang tahun...


Tanggal 19 april kemarin harusnya tanggal yang special, mengapa? Karena ada seorang lelaki yang 52 tahun lalu dilahirkan, ia lahir menjadi bayi yang bersih, suci dan lucu tentunya. Tapi diumurnya yang ke 25 tahun, ia melahirkan seorang anak pertama, 8 tahun kemudian anak ketiganya lahir, yah itulah saya, dan lelaki itu adalah ayah saya (‘:
Hari ini 20 april, harusnya kemaren adalah hari yang special, tapi apa daya, aku hanya bisa berdoa, mendoakan ayah yang jauh dariku, Surabaya – Jakarta bukan jarak yang dekat, yah, aku selalu merindukan sosoknya yang hangat, sosoknya yang murah senyum walau terkadang keras kepala, tapi aku paham, aku sungguh memahami bahwa sikapnya yang keras bukanlah tanpa sebab, aku tahu nasehatnya adalah demi kebaikanku.
 
ini papa waktu kita liburan ke Thailand, dia bilang pengen narsis sesekali~

Take what you need and always love~

Berbicara soal cinta? Saya selalu jatuh cinta pada bulan Februari, yah, karena Februari adalah bulan saya dilahirkan. Tapi terlepas dari itu semua, saya selalu mendapatkan kejutan di bulan Februari ^^ Dan, Februari tahun ini saya rayakan di Jepang. Mimpi? Yah, awalnya saya rasa itu mimpi, tapi ternyata tidak, itu adalah kenyataan, saya benar-benar menjejakkan kaki di Jepang^^
Yap, sepenggal kisah yang sudah saya tulis di post sebelumnya. Berbicara soal cinta, yah, rasanya cuma kebahagiaan yang muncul ketika kamu jatuh cinta guys. Jatuh cinta? Ya saat ini saya sedang jatuh cinta. Cinta dengan logika itu gak seburuk yang dibayangkan kok, malah seneng banget, kamu tau mana yang baik dan buruk, atau salah dan benar. Tapi bukankah cinta selalu benar? Noo, of course no, gak ada ceritanya kamu mencintai orang yang udah punya pacar itu benar, tapi pasti kamu mikir, buat apa juga cinta sama orang yang udah punya pacar? Hahaha, you just say guys, but you don’t feel it, maybe someday, you’ll feel it too ^^ Saya pernah merasakannya bro (: Cinta bisa dipelajarin bro, ketika kamu memperlajari cinta, apapun yang akan kamu lakukan pasti akan kamu pikirin dulu baik buruknya, tentu buat dirimu sendiri terlebih dahulu.

17 April 2015

Negeri Sakura~

Mungkin sebagian orang bertanya, mengapa aku bisa melanglang buana jauh hingga ke negeri seberang? Yah, pertanyaan klasik ketika kamu hidup di kota yang penuh dengan rasa iri, dengki dan apa pun lah namanya. Yang jelas, kamu bisa menjadi lebih baik dari orang lain karena usahamu, bukan karena orang lain, maka yakinlah kamu bisa menjadi lebih baik lagi kelak.
Yah, ceritanya saya adalah perempuan biasa yang entah mengapa dipilih oleh Tuhan untuk pergi ke Jepang pada 23 Februari 2015, selama sepuluh hari hanya jalan-jalan di Jepang gratis tis tis, mulai dari berangkat naik pesawat (Japan Airlines bro, bukan lagi penerbangan Indonesia), tinggal di Jepang tentunya di sebuah hotel mewah, makan yang tentunya memenuhi 4 sehat 5 sempurna (walaupun susu di Indonesia itu adalah bonus, di Jepang susu itu minuman wajib setiap harinya), jalan-jalan naik bus dan bisa menikmati pemandangan di Jepang, bertemu dengan orang-orang baru di Jepang dan tentunya dapat pengetahuan baru selama di Jepang dan oleh-oleh paling berharga adalah “Pengetahuan dan pengalaman”.