• Twitter

13 Juli 2017

Mengapa begitu sedih hariku di hari bahagiamu?

Mengapa begitu sedih hariku di hari bahagiamu?
Apa hanya aku yang merasakannya?
Apa hanya aku yang berpikir begini?
Aku lupa apa salahku padamu di masa lalu
Tapi aku merasa, sepertinya aku terlalu kasar hingga kau begitu membenciku saat ini L

3 Juli 2017

Cerita malam ini~

Hai, Merah
Apa kabar? Aku hanya ingin bercerita, cerita malam ini.

Malam ini, aku tidak tau apa yang sebenarnya aku rasakan. 
Saat berangkat, yang kupikirkan hanyalah "Berangkat gak ya? Tapi gak ada yang deket, nanti kalau canggung gimana  -_-"
Hingga akhirnya aku bertanya pada teman, "Apa yang akan lo lakukan ketika akan dateng ke kumpul2 smp, dan ketemu orang2 yang gak pernah sedikit pun akrab sama lo?"
Dan berkat saran darinya, akhirnya aku memutuskan untuk datang dan menemui mereka.

Ya, teman-teman SMP. Walau hanya segelintir orang.
Audy, Hafiz, Ragil, Derri, Ardiansyah, Luqman, Rahma.

17 November 2016

Di takdir manakah kita akan bertemu kembali?

Welcome~
Maaf, melupakan hari dan bulan bahagiamu. Karena...
Cause I know you'll be happy without me~

Hai, merah, apa kabar kamu? Lama tak bersua di blog. Aku rindu juga akhirnya :')
Ya, rindu, lebih tepatnya rindu padamu.
Lelaki yang hingga detik ini masih melekat di hati.
Maaf! Mianhae! Dui bu qi!
Mungkin ini yang disebut cinta sejati. Pergi sejauh apapun aku, Tuhan selalu punya cara untuk mendekatkan kita. Dan sejauh apapun aku berlari untuk melupakanmu, Tuhan selalu ada saja cara untuk mengingatkanku akan dirimu.

27 Oktober 2016

Ada apa dengan Taiwan? Suka, kemudian lupa, dan kembali diingatkan :')



Wan an...
Demikian ucapan "Selamat malam" di Taiwan...

Wei...
Demikian ucapan "Hello" di Taiwan...

Oke, langsung aja to the point.
Akhir-akhir ini, lebih tepatnya 5 bulan terakhir ini, sejak Mei, aku jatuh cinta dengan Taiwan.
Semua berawal dari temen sekantorku, namanya Kak Mayang, dia tiba-tiba nyeletuk, "Eh, kalian waktu kecil nonton Meteor Garden gak sih? Gue kangen nih tiba-tiba, pengen nonton lagi". Aku yang saat itu lagi sibuk sama deadline, tiba-tiba senyum-senyum sendiri. 
Why? Karena dalam hatiku menjawab "GILA! AKU KANGEN BANGET SAMA METEOR GARDEN".

23 Februari 2016

Aku pergi...


Hai, merah.
Aku pernah izin padamu, aku pamit J ehm tidak, tidak mengatakannya secara langsung padamu, hanya melalui sedikit rangkaian kata pada sosial mediaku.
Maaf, aku bukan pergi tanpa alasan, begitu banyak pertimbangan yang bergejolak dalam hati ini, Langitku. Banyak, begitu banyak.
Aku sempat bersorak bahagia saat mendengarmu akan ke kotaku. Kukira ini benar-benar skenario Tuhan yang begitu indah, hingga Tuhan mengirimmu ke sini. Mungkin untuk merajut kembali kisah yang belum terselesaikan. Tapi, ternyata aku salah. Tuhan punya rencana lain. Kudengar, kekasihmu, mungkin lebih tepatnya mantan kekasihmu, berada pada satu kota denganmu? Aku senang mendengarnya, tapi sejujurnya, ada sedikit rasa ngilu.
Aku tak tau harus merespon apa, ketika suatu siang aku mendapat pesan darinya, ragu, antara ya atau tidak untuk membalas. Tapi, siapalah aku yang sok sombong tidak ingin membalas? Akhirnya aku membalasnya, walau ada sedikit rasa takut.

2 Januari 2016

Kisah malam ini.

“Senangnya menjadi kecil. Kadang tak perlu memikirkan persoalan sepelik ini”

Kalimat malam ini sebelum aku terlelap. Sejenak aku memejamkan mata. Sakit. Semuanya terasa sakit. Jiwa dan raga, semuanya tanpa terkecuali. Semuanya seperti tak bernyawa, ada, tapi terpenjara. Ada, tapi tersudut tak berteman. Ada, tapi sendiri. Aku takut, aku takut sendiri. Aku sakit, aku sakit sendiri. Mah, pah, aku gak tau harus apa. Aku gak tau harus bagaimana. Aku lemah, aku lemah tanpamu...

Kadang aku berharap menjadi kecil, ya anak kecil yang tanpa beban, anak kecil yang bebas tertawa sesuka hatinya, anak kecil yang selalu dimanja kedua orang tuanya, anak kecil, aku ingin kembali kecil mah, pah...

Mah, pah, aku lemas, aku seperti tak bertulang, aku tak dapat menopang diriku sendiri, aku sedang tidak baik, anak kecilmu ini merintih kesakitan, anak kecilmu ini butuh kamu...

Rindu? Tidak, aku tidak sedang rindu
Marah? Tidak, aku tidak sedang marah
Lalu? Aku gak tau...

Aku gak mau pulang, tapi aku butuh kamu...




23 Desember 2015

Berdamai dengan Langit

Merah, di takdir manakah kita akan bertemu kembali?
Ku kira, kita tidak akan berjumpa lagi, ku kira kisah kita akan benar-benar berakhir, ku kira semua harapanku tak akan menjadi nyata, dan ku kira mimpi kita berdua hanya akan menjadi mimpiku saja.
Ya, sesakit itu perkiraanku tanpa kamu disisiku. Hanya rasa sesal yang ku pikirkan.

Bahkan bunga di tepi jalan pun seolah tak ku perdulikan.
Jangankan bunga, rerumputan yang hijaunya mengundang perhatian pun tak mampu menarik hatiku.
Langit bersama senja berwarna kuning itulah yang mampu menguasai pikiranku.
Langit bersama rintik hujan itu jugalah yang mengisi seluruh hatiku.
Ya, hanya Langit.

30 Oktober 2015

Sinar kekecewaan


 






















Ada sekelibat sinar saat aku tertidur pulas, terang, hingga diriku tak kuasa dan akhirnya memejamkan mata. Sinar yang sungguh tak kuharapkan kehadirannya. Sinar yang pada akhirnya membunuh harapan yang telah kutumbuhkan beberapa hari silam. Hingga pada akhirnya aku menyadari itu adalah sinar kekecewaan!

Kepada dia yang membawa sinar, diriku bahkan tak mengenal dirimu, diriku bahkan tak ingin mencari masalah denganmu, tapi mengapa kau datang seolah membuat segalanya menjadi runyam? Kau datang merenggut bahagia yang telah kutata rapi, kau datang memberikan segelas air mata untuk kutumpahkan. Kau? Sinar kekecewaan!

Kini diriku seorang diri, melangkah untuk mencari sebuah senyum, entah mengapa kehadiranmu membawa luka, senyumku pudar seketika. Kau? Sinar kekecewaan!

2 Oktober 2015

Ternyata sesakit ini rasanya....


“Aku pernah dibuat bahagia, kemudian dipatahkan...”
“Aku pernah merasa tidak berjuang sendirian, kemudian ditinggalkan...”
“Aku pernah punya harapan, kemudian dihancurkan...”
“Ternyata sesakit ini rasanya...”
“Ada yang hilang...”
“Hingga waktu pun ikut beranjak pergi”
“Kenapa hanya menghancurkan hati? Tidakkah juga sebaiknya hancurkan raganya~”
“Katanya cinta itu satu, dan untuk selamanya...”
“Katanya cinta itu memberi dan memberi...”
“Katanya cinta itu tak mengenal subtitusi, tapi eliminasi...”
”Ternyata begini rasanya patah hati yang sepatah-patahnya...”
“Sudah tak ada daya untuk mendekat_”

Kadang hidup tak semulus yang kita bayangkan


Aku percaya bahwa hidup itu perjuangan
Yah, memperjuangkan apapun yang pantas untuk diperjuangkan, termasuk “Mimpi”
Aku percaya setiap orang punya mimpi
Yah, mimpi yang setiap harinya kita sebut-sebut, termasuk dalam “Doa”
Aku juga percaya bahwa setiap orang memiliki doa
Yah, doa, yang kita ucapkan saat menghadap-Nya

Entah sudah berapa lama aku bermimpi, tapi, yah begitulah hidup yang terkadang tak semulus yang kita harapkan
Aku punya banyak mimpi, tapi, yah begitulah hidup, tidak semua hal dengan mudah kita dapatkan
Aku berusaha keras dengan seluruh jerih payahku untuk meraih satu demi satu mimpi yang kutulis dalam buku harian memoriku