• Twitter

12 Agustus 2014

Merah dan Langit adalah dua sosok yang berbeda



Merah, entah yang keberapakalinya, malam ini aku kembali diingatkan denganmu, sosok yang tak dapat kudefinisikan keindahannya.
Begitu banyak cerita tentangmu, yang tentunya tak dapat kuartikan satu persatu melalui ucap yang tak terdengar ini, yah bagaimana mungkin terdengar, telingamu seolah tuli oleh ocehan-ocehanku. Setiap pertanyaanku tak ada satu pun yang terjawab, yah sebab ucapmu hanya kau peruntukkan untuknya, untuk dia yang kupikir adalah subtitusi. Atau mungkin aku salah?
Hingga suatu hari ada rasa kecewa yang teramat sangat, aku tak tau kau yang membuatnya sakit atau sebaliknya? Tapi tentu keduanya sama saja membuatku sakit. Kau tau tentang rasaku, kau tau tentang aku, iya kau tentu tau, iya kau pasti tau.

2 Agustus 2014

Untuk Langit yang hari ini tak tersenyum~



Hari ini, entah aku yang sengaja ingin bertemu, atau memang alam membantu kita untuk bertemu, tapi apa pun alasan itu, aku tentu bahagia setiap ada pertemuan diantara kita.
Kita? Yah aku sadar siapa kamu, siapa aku, dan tentunya siapa dia.
Dia yang bisa membuatmu bahagia saat aku yang membuatmu terluka, dia yang ada disampingmu saat aku jauh darimu, dan dia yang sayang padamu mungkin melebihi sayangku padamu. Tentu aku tak berani mengatakan aku sangat amat menyayangimu, sebab aku masih liar disana, sebab hati ini tidak dirantai apalagi dijinakkan. Karena sekuat apapun seseorang menyelimuti hati ini, masih saja ia mencari sang pemiliknya, walau ia tau sang pemiliknya berada jauh darinya...