• Twitter

23 Juni 2013

Percaya


Aku percaya dia bahagia
Aku percaya dia berkata jujur
Dan aku percaya padanya

Terkadang airmata tak perlu diumbar dengan kata-kata
Terkadang airmata perlu ditutup-tutupi dengan senyuman
Terkadang peluh perlu dihapus dengan tawa
Terkadang lelah perlu ditutupi dengan bahagia
Dan terkadang senyuman adalah tangis yang pahit

Tapi aku percaya dia baik-baik saja
Aku percaya dia kuat
Aku percaya dia akan selalu tersenyum
Dan aku sangat percaya padanya

Kau pun begitu,
Yakinlah aku disini akan baik
Yakinlah aku disini menjaga hatimu
Yakinlah aku akan selalu tersenyum
Dan percayalah.

Kita tak tau mengapa selalu ada rindu
Kita tak tau mengapa selalu ada rasa
Kita tak tau
Tapi kita bisa merasa
Kita bisa tiba-tiba tersenyum mengingat rindu itu
Kita bisa tiba-tiba sedih mengingat wajah itu
Kita bisa tiba-tiba menangis, karena terharu

Yah, kau adalah seorang lelaki yang membuatku menangis,
Karena haru yang kau beri tak pernah ada habisnya
Karena bahagia yang kau beri tak pernah berhenti
Karena tawa yang kau ciptakan membuatku ikut tertawa
Karena senyum yang kau timbulkan membuatku ikut tersenyum

Aku selalu ingat,
Simpati, Empati, Ikhlas
Kita mengenal yang disebut dengan tahap simbolik
Kita sama-sama berusaha dan berdoa…

Malam akan selalu menjadi malam


Hai malam, apa kabar?
Lama tak berbincang bersamamu,
Lama tak menangis bersamamu,
Lama tak tertawa bersamamu,
Dan, lama tak berkeluh kesah padamu…

Kau tahu, kini aku berbincang sendiri
Menangis sendiri
Dan tertawa sendiri

Aku ingin berjalan lebih jauh
Bahkan aku ingin berlari,
Aku ingin berteriak dengan keras
Bahkan sangat keras,
Aku ingin tidur lama
Bahkan sangat amat lama,
Tapi tak ada yang mengizinkanku

11 Juni 2013

Jangan sebut aku


Aku hanya manusia 18 tahun 3 bulan lebih
Aku hanya seorang perempuan biasa
Dan lebih tepatnya aku sangat sederhana

Banyak orang mengatakan  bahwa “Saat kita punya keinginan kejarlah”

Yah, aku punya keinginan
Aku punya harapan
Aku juga juga punya impian
Aku pun mengejar apa yang seharusnya aku kejar

Banyak orang juga berkata bahwa “Ikuti kata hatimu”
Namun beberapa orang beranggapan bahwa “Kata hati tak selalu benar”

Dan kali ini aku dibingungkan oleh omongan-omongan orang itu
Aku terganggu oleh anggapan-anggapan orang itu
Apa aku harus memilih satu antara dua statement itu?
Atau aku ikuti saja keduanya?
Akh, aku hanya terhempas sendiri